Liputan24.Com//Jakarta –
Kini Anda dapat membaca karya reflektif yang menggugah pikiran: IJAZAH JOKOWI: Pertaruhan Moral Bangsa dan Refleksi Kejujuran. Sebuah e-book yang mengajak kita merenungkan kembali nilai kejujuran, integritas, dan pertaruhan moral bangsa dalam konteks kepemimpinan dan kehidupan bernegara.
Ditulis dengan pendekatan filosofis yang tajam, buku ini tidak hanya membedah isu seputar ijazah Presiden Jokowi, tetapi juga mengajak pembaca untuk melihat lebih dalam bagaimana kejujuran menjadi fondasi utama dalam membangun bangsa.
*Mengapa Anda harus membaca e-book ini?*
1. Menawarkan perspektif filosofis dari pemikir besar tentang kejujuran dan moralitas.
2. Menggugah kesadaran bahwa integritas pemimpin adalah cermin moral bangsa.
3. Memberikan refleksi kritis yang relevan dengan kondisi sosial-politik Indonesia saat ini.
3. Menjadi bahan diskusi penting bagi akademisi, mahasiswa, jurnalis, dan masyarakat umum.
Wilson Lalengke, Ketua Umum PPWI Nasional, yang merupakan penulis buku tersebut menyampaikan terima kasih atas dukungan dari semua pihak bagi hadirnya e-book ini. Ia menegaskan bahwa karya ini adalah pengingat tegas bagi bangsa Indonesia tentang pentingnya kejujuran.
“Bangsa ini tidak boleh lagi menoleransi kebohongan. Buku ini adalah refleksi moral yang harus dibaca oleh semua pihak. Jangan ada lagi penundaan dalam menegakkan kejujuran, sebagaimana perusahaan atau institusi tidak boleh menunda kewajiban mereka. Kejujuran harus ditegakkan segera, tanpa kompromi,” tegas lulusan pasca sarjana bidang Etika Terapan dari Universitas Utrecht (Belanda) dan Universitas Linkoping (Swedia), Jumat, 17 April 2026.
*Filsafat tentang Kejujuran*
Buku ini sarat dengan ajaran filsafat tentang kejujuran, baik yang diajarkan oleh para filsuf dunia maupun filsafat Pancasila dan filsafat agama. Filsuf terkenal Immanuel Kant menekankan bahwa kejujuran adalah kewajiban moral universal. Berbohong berarti merusak fondasi hukum moral itu sendiri.
Sementara, Socrates percaya bahwa hidup yang tidak diperiksa adalah hidup yang tidak layak dijalani. Kejujuran adalah jalan untuk memeriksa diri dan masyarakat. Sedangkan John Rawls menekankan keadilan sebagai fairness, di mana kejujuran adalah syarat mutlak terciptanya masyarakat yang adil.
Dengan menggabungkan refleksi filosofis dan realitas politik, e-book ini menjadi bacaan penting untuk memahami pertaruhan moral bangsa Indonesia. “Saya berharap buku ini dapat menjadi bahan diskusi sehat bagi kaum akademisi, aparat dan praktisi hukum, politisi, dan masyarakat umum.” (Kutipan sambutan atas penerbitan buku ini oleh Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng., IPU, ASEAN.Eng.
Dapatkan sekarang di Google Play Books: IJAZAH JOKOWI: Pertaruhan Moral Bangsa dan Refleksi Kejujuran (https://play.google.com/store/books/details?id=gnTQEQAAQBAJ)
Jangan lewatkan kesempatan untuk membaca dan merenungkan karya yang akan membuka mata, menggugah hati, dan menantang pikiran Anda. (TIM/Red)






