Bangkok– Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) SMP Negeri 9 Lhokseumawe, Muzakkir atau yang akrab disapa Bang Kepee, mengikuti konferensi internasional bidang ilmu olahraga dan pendidikan jasmani di Bangkok, Thailand, pada 14–16 Oktober 2026.
Muzakkir mengikuti 14th International Conference on Sport and Exercise Science (ICSES) dan 12th ASEAN Council of Physical Education and Sports (ACPES) International Conference 2026.
Kegiatan tersebut menjadi forum yang mempertemukan peneliti, akademisi, praktisi olahraga, dan tenaga pendidik dari berbagai negara untuk berbagi pengetahuan serta perkembangan terbaru dalam bidang ilmu keolahragaan.
Konferensi tersebut mengangkat tema “Active Living for a Sustainable Future: Integrating AI in Sports Science, Physical Education, Recreation, and Holistic Health” itu membahas pentingnya penerapan gaya hidup aktif dan berkelanjutan sekaligus pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam ilmu olahraga, pendidikan jasmani, rekreasi, dan kesehatan holistik.
Kegiatan diselenggarakan oleh Faculty of Physical Education, Sports, and Health dari Srinakharinwirot University, Thailand. Agenda konferensi mencakup presentasi penelitian, sesi akademik, lokakarya, serta pertukaran gagasan antara peserta dari berbagai negara.
Muzakkir menyebut forum tersebut menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan mengenai perkembangan ilmu olahraga dan pendidikan jasmani, serta tambahan pengalaman pengemabangan pembelajaran PJOK inovatif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Muzakkir mengatakan konferensi tersebut menjadi pengalaman penting karena menghadirkan pemateri dan peserta dari berbagai negara. Menurutnya, keberagaman latar belakang peserta memberikan kesempatan untuk memperoleh pengetahuan dan perspektif baru dalam bidang olahraga dan pendidikan jasmani.
“Ini adalah momen penting kita mengikuti kegiatan ini, karena pemateri yang hadir berasal dari berbagai dunia. Ada yang dari Jerman, Italia, Australia, Singapura, Malaysia, Bangkok dan banyak lainnya,” kata Muzakkir saat dikonfirmasi Komparatif.ID, Sabtu (17/10/2026).
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh selama mengikuti konferensi dapat memberikan manfaat bagi dirinya sekaligus dibagikan kepada rekan-rekan guru PJOK di Aceh, khususnya di Kota Lhokseumawe.
“Ilmu yang saya dapatkan ini semoga bisa bermanfaat khususnya buat saya sendiri dan berharap bisa berbagi ilmu dengan rekan-rekan guru PJOK seluruh Aceh, khususnya Kota Lhokseumawe,” ujarnya.
Menurutnya, pertukaran pengetahuan dalam forum internasional menjadi salah satu kesempatan bagi guru untuk melihat perkembangan pendidikan olahraga dari perspektif yang lebih luas. Pengetahuan tersebut selanjutnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran di sekolah.
Dalam pembelajaran PJOK, kemampuan guru tidak hanya berkaitan dengan keterampilan gerak dan kebugaran jasmani. Pembelajaran juga memiliki peran dalam membentuk karakter peserta didik, termasuk kerja sama, kedisiplinan, dan pembiasaan pola hidup sehat.
Karena itu, peningkatan kompetensi guru menjadi bagian penting dalam menghadapi perkembangan pendidikan. Keikutsertaan dalam forum akademik seperti ICSES–ACPES diharapkan dapat menambah referensi guru dalam menerapkan pendekatan pembelajaran yang relevan dan kontekstual.
Muzakkir juga menyampaikan terima kasih kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Lhokseumawe dan Kepala SMP Negeri 9 Lhokseumawe yang mendukung dirinya berpartisipasi di forum akademik internasional di Bangkok tersebut.
“Ucapan terima kasih saya juga kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Lhokseumawe dan Kepala Sekolah SMP 9 yang sudah memberikan izin untuk kegiatan ini,” katanya.
Muzakkir berharap Pengetahuan yang diperoleh dari forum internasional tersebut dapat diteruskan kepada sesama guru melalui berbagai kegiatan pengembangan profesi, termasuk forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PJOK, sehingga manfaat dapat dibagikan kepada lingkungan pendidikan di daerah.







