Liputan24.Cim//Rabat –
Republik Gabon kembali menegaskan dukungannya terhadap Marokkanitas Sahara, sekaligus menyambut baik adopsi bersejarah Resolusi 2797 oleh Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dukungan ini disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama Gabon, Marie-Edith Tassyla-Ye-Doumbeneny, dalam kunjungan persahabatan dan kerja ke Rabat, di mana ia bertemu dengan Menteri Luar Negeri, Kerja Sama Afrika, dan Ekspatriat Maroko, Selasa, 14 April 2026.
Dalam pernyataan bersama usai pertemuan, Menlu Gabon menegaskan kembali dukungan penuh negaranya terhadap Rencana Otonomi Maroko sebagai satu-satunya solusi yang kredibel dan realistis untuk menyelesaikan sengketa regional mengenai Sahara. Ia menekankan bahwa Resolusi 2797, yang diadopsi pada 31 Oktober 2025, memperkuat posisi Maroko dengan menjadikan rencana otonomi sebagai dasar serius, berkelanjutan, dan dapat diterima untuk mencapai solusi politik atas sengketa yang dianggap artifisial tersebut.
Tassyla-Ye-Doumbeneny juga menyoroti langkah Gabon membuka Konsulat Jenderal di Laâyoune pada Januari 2020. Menurutnya, langkah ini merupakan bukti nyata dari kemitraan strategis yang kuat antara Gabon dan Maroko, sekaligus bagian dari momentum pengakuan internasional atas integritas teritorial Kerajaan Maroko.
Posisi Gabon ini sejalan dengan dorongan internasional yang dipimpin oleh Raja Mohammed VI, yang terus menggalang dukungan bagi rencana otonomi dan kedaulatan Maroko atas Sahara.
Menanggapi perkembangan ini, Wilson Lalengke, Presiden Persaudaraan Indonesia Sahara Maroko (Persisma), menyampaikan apresiasi dan dukungan atas kesepakatan yang ditegaskan kedua negara. “Kami mendukung penuh langkah Gabon dan Maroko dalam memperkuat hubungan bilateral serta menegaskan solusi damai atas isu Sahara. Persisma mengucapkan selamat atas pencapaian ini dan berharap semoga keberhasilan ini menambah energi bagi seluruh rakyat Maroko untuk meraih lebih banyak prestasi di masa depan,” ujar tokoh pers Indonesia itu dari Jakarta, 15 April 2026..
Komentar tersebut mencerminkan solidaritas Indonesia terhadap Maroko, sekaligus menegaskan pentingnya kerja sama internasional dalam mendukung stabilitas dan integritas wilayah.
Dukungan Gabon terhadap Marokkanitas Sahara dan sambutan atas Resolusi 2797 menunjukkan semakin kuatnya konsensus internasional terhadap rencana otonomi Maroko. Dengan dukungan dari negara sahabat seperti Gabon, serta solidaritas dari organisasi masyarakat sipil internasional, Maroko semakin meneguhkan posisinya di panggung global sebagai negara yang mengedepankan solusi damai, kredibel, dan berkelanjutan. (Red**)






