Mahasiswa D3 Perjalanan Wisata Poltekpar Makassar Eksplorasi Bantaeng dan Bulukumba, Pelajari Budaya Phinisi Hingga Konservasi
Terumbu Karang
BULUKUMBA, Liputan24.com— Mahasiswa Semester III Program Studi Diploma 3 (D3) Perjalanan Wisata, Politeknik Pariwisata Makassar, melaksanakan Praktik Lapangan Tahun Akademik 2026/2027 dengan mengunjungi sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Bantaeng dan Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, pada tahun 2026.
Kegiatan ini didampingi oleh dosen-dosen Politeknik Pariwisata Makassar sebagai bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman lapangan (experiential learning). Praktik lapangan tersebut bertujuan memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai potensi destinasi, pengelolaan perjalanan wisata, budaya lokal, serta pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Adapun dosen pendamping yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, yaitu:
1. Mia Rahayu, S.Tr.Par., M.M.Par.
2. Indra Gunawan, M.M.Par.
3. Wahyudin Ridwan, S.Pd., M.Sn.
4. Yenny Susanto, S.Sos., M.M.
5. Muh. Yusuf, M.Tr.Par.
6. Hasdar H.
Kehadiran para dosen pendamping menjadi bagian penting dalam mengarahkan proses pembelajaran mahasiswa selama berada di lapangan, mulai dari pengamatan daya tarik wisata, pengenalan karakteristik destinasi, hingga pemahaman mengenai potensi pengembangan produk wisata daerah.
Sejalan dengan Tema ; “The Emerald & Blue Voyage: Sustainable Incentive Tour”
Disana ada Tradisi Pembuatan Kapal Phinisi di Parang Luhu
Salah satu agenda kunjungan di Kabupaten Bulukumba adalah mengamati secara langsung proses pembuatan kapal tradisional Phinisi di kawasan Parang Luhu. Kunjungan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal lebih dekat keterampilan masyarakat dalam pembuatan kapal kayu tradisional serta nilai sejarah dan budaya maritim yang menjadi identitas masyarakat Sulawesi Selatan.
Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa dapat mempelajari bagaimana warisan budaya maritim berpotensi dikembangkan menjadi daya tarik wisata edukasi yang bernilai ekonomi sekaligus mendukung pelestarian tradisi lokal.
Pembelajaran di destinasi ini juga memperkaya wawasan mahasiswa mengenai pentingnya interpretasi wisata budaya, yakni bagaimana sejarah, proses pembuatan, dan nilai-nilai kearifan lokal disampaikan kepada wisatawan secara menarik dan informatif.
Snorkeling dan Pembibitan Karang, Belajar Pariwisata Berkelanjutan
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan ke kawasan Dego-Dego untuk mengikuti aktivitas wisata bahari berupa snorkeling dan pembibitan karang di laut.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung untuk mengenal keindahan bawah laut, keanekaragaman hayati, serta pentingnya menjaga kelestarian ekosistem terumbu karang sebagai salah satu aset utama pariwisata bahari.
Kegiatan pembibitan karang menjadi bagian dari pembelajaran mengenai konservasi lingkungan laut dan penerapan prinsip pariwisata berkelanjutan. Mahasiswa diharapkan memahami bahwa pengembangan destinasi wisata tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga harus memperhatikan kelestarian lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam.
Pengalaman ini sekaligus membuka wawasan mahasiswa tentang peluang pengembangan wisata bahari yang mengintegrasikan rekreasi, edukasi lingkungan, dan pelestarian ekosistem laut.
Mengidentifikasi Potensi Wisata Kabupaten Bantaeng
Selain Bulukumba, Kabupaten Bantaeng menjadi bagian dari rangkaian praktik lapangan untuk mengenali potensi wisata, karakteristik wilayah, serta peluang pengembangan produk perjalanan wisata yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.
Melalui pengamatan langsung, mahasiswa dapat mempelajari keterkaitan antara daya tarik wisata, aksesibilitas, fasilitas, pelayanan, dan pengalaman wisatawan. Pemahaman tersebut menjadi bekal penting dalam merancang perjalanan wisata yang terencana, berkualitas, dan sesuai dengan karakteristik destinasi.
Memperkuat Kompetensi Calon Profesional Pariwisata di bidangnya.
Praktik Lapangan Mahasiswa Semester III Prodi Perjalanan Wisata Tahun Akademik 2026/2027 ini diharapkan mampu menghubungkan teori yang diperoleh selama perkuliahan dengan kondisi nyata di lapangan. Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami potensi destinasi, tetapi juga mampu mengidentifikasi peluang pengembangan wisata, memahami kebutuhan wisatawan, serta mengedepankan pelayanan dan tanggung jawab terhadap budaya maupun lingkungan.
Melalui pendampingan dosen dan pengalaman langsung di destinasi, kegiatan ini menjadi salah satu upaya memperkuat kompetensi mahasiswa Program D3 Perjalanan Wisata Politeknik Pariwisata Makassar agar mampu menghadapi kebutuhan industri pariwisata yang terus berkembang.
Kunjungan ke Bantaeng dan Bulukumba juga memperlihatkan bahwa Sulawesi Selatan memiliki potensi wisata yang beragam, mulai dari warisan budaya maritim hingga kekayaan alam bawah laut. Potensi tersebut dapat menjadi modal penting dalam pengembangan pariwisata yang berdaya saing apabila dikelola secara profesional, berkelanjutan, dan melibatkan masyarakat lokal.
Melalui kegiatan praktik lapangan ini, Politeknik Pariwisata Makassar terus mendorong pembelajaran yang berorientasi pada pengalaman nyata, penguatan keterampilan, serta pembentukan sumber daya manusia pariwisata yang kompeten dan siap berkontribusi bagi kemajuan pariwisata Indonesia.
Laporan: Rizal






