FEB Unkhair Gelar Program Kemitraan Masyarakat Perkuat Literasi Manejemen Usaha Pelaku Kuliner JOLE MAJIKO Ternate
Liputan24.com|Ternate- 03/09/2026. Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Khairun (Unkhair) Ternate kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Khairun Tahun 2026.
Kegiatan yang mengangkat tema “Literasi Manajemen Usaha sebagai Strategi Pemberdayaan Pelaku Usaha Kuliner Lokal Jole Majiko” tersebut dilaksanakan di Kelurahan Dufa-Dufa, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, dengan melibatkan pelaku usaha dan masyarakat setempat.
Program ini diketuai oleh Yuliyana S. Kalengkongan, S.E., M.Si., dengan pendamping Ruliyanto Syahrain, S.E., ME. Keduanya merupakan dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Khairun.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan baik dari Kepala Kelurahan Dufa-Dufa, Muhammad Irwan Ali, S.IP., bersama jajaran staf Kelurahan Dufa-Dufa.
Kehadiran pihak kelurahan dalam kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap upaya perguruan tinggi dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat di tingkat kelurahan.
Sambutan positif juga datang dari masyarakat Kelurahan Dufa-Dufa yang mengikuti kegiatan tersebut. Antusiasme masyarakat terlihat karena materi yang diberikan dinilai memiliki keterkaitan langsung dengan kondisi dan kebutuhan mereka, terutama bagi masyarakat yang menjalankan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menyentuh Persoalan UMKM Secara Riil
Berbeda dengan kegiatan yang hanya bersifat teoritis, program kemitraan ini dinilai menyentuh persoalan masyarakat secara langsung. Literasi manajemen usaha diberikan sebagai bekal bagi pelaku usaha kuliner lokal agar mampu mengelola usahanya secara lebih terarah, tertib, dan berkelanjutan.
Para peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya manajemen usaha, pencatatan keuangan sederhana, pengelolaan modal, pemisahan keuangan usaha dan rumah tangga, strategi pemasaran, pelayanan konsumen serta pengembangan usaha sesuai dengan kondisi yang dihadapi pelaku UMKM.
Hal tersebut mendapat respons positif dari masyarakat Dufa-Dufa karena materi yang disampaikan tidak hanya berbicara mengenai konsep ekonomi secara akademis, tetapi huuberhubungan langsung dengan aktivitas usaha yang mereka jalankan sehari-hari.
Bagi sebagian pelaku usaha kecil, kemampuan mengelola keuangan dan mencatat arus kas sering kali menjadi tantangan. Karena itu, pendampingan dari akademisi FEB Unkhair dipandang sebagai kesempatan penting untuk meningkatkan pemahaman sekaligus memperbaiki tata kelola usaha.
Kolaborasi Kampus dan Masyarakat
Ketua kegiatan, Yuliyana S. Kalengkongan, S.E., M.Si., bersama pendamping Ruliyanto Syahrain, S.E., ME., berupaya membangun suasana pembelajaran yang komunikatif dengan masyarakat.
Pendekatan tersebut membuat peserta tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga dapat menyampaikan pengalaman, persoalan, dan tantangan yang mereka hadapi dalam menjalankan usaha.
Program ini menjadi gambaran bahwa keberadaan perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir memberikan solusi terhadap persoalan masyarakat.
Sementara itu, dukungan Kepala Kelurahan Dufa-Dufa, Muhammad Irwan Ali, S.IP., bersama staf kelurahan semakin memperkuat pelaksanaan kegiatan.
Dukungan tersebut dinilai penting karena pemerintah kelurahan merupakan salah satu unsur yang paling dekat dengan masyarakat dan memahami secara langsung berbagai potensi serta persoalan ekonomi warga.
Masyarakat pun merespons kegiatan tersebut dengan baik. Mereka menilai kegiatan seperti ini perlu dilakukan secara berkelanjutan karena memberikan pengetahuan praktis yang dapat diterapkan dalam menjalankan usaha.
Mendorong UMKM Naik Kelas
Melalui Program Kemitraan Masyarakat Tahun 2026 ini, FEB Unkhair diharapkan dapat terus memperkuat sinergi dengan pemerintah kelurahan dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Literasi manajemen usaha menjadi salah satu fondasi penting agar pelaku UMKM tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga dapat berkembang dan meningkatkan daya saing.
Kegiatan di Kelurahan Dufa-Dufa tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa ilmu ekonomi yang berasal dari ruang akademik dapat diterjemahkan menjadi pengetahuan praktis yang bermanfaat bagi masyarakat.
Dengan adanya kolaborasi antara FEB Unkhair, Pemerintah Kelurahan Dufa-Dufa, dan masyarakat, diharapkan pelaku usaha kuliner lokal Jole Majiko semakin memiliki kemampuan dalam mengelola usaha secara profesional, meningkatkan pendapatan, serta membuka peluang pengembangan ekonomi masyarakat secara lebih luas.
Program Kemitraan Masyarakat FEB Unkhair 2026: hadir dengan ilmu, bergerak bersama masyarakat, dan mena lg zdorong UMKM lokal untuk tumbuh dan naik kelas
Editor:Ruliyanto Syahrain

















