Lhokseumawe–Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 yang diperingati setiap 20 Mei 2026, Kantor Bea Cukai Lhokseumawe menggelar kegiatan edukatif bertajuk Customs Goes to School di SMA Negeri 1 Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, Rabu (20/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi kepabeanan sekaligus menanamkan nilai kebangsaan kepada generasi muda.
Rombongan Bea Cukai Lhokseumawe dipimpin langsung Kepala Kantor Bea Cukai Lhokseumawe, Bambang Sutarjo. Dalam sambutannya, Bambang menyampaikan bahwa tema Hari Kebangkitan Nasional tahun ini, “Jaga Tunas Bangsa demi Kedaulatan Negara”, dinilai sejalan dengan pentingnya memberikan pemahaman kepada pelajar mengenai peran lembaga negara, termasuk Bea Cukai.
Menurutnya, generasi muda perlu mengetahui fungsi strategis Bea Cukai dalam pengawasan lalu lintas barang, perlindungan masyarakat dari barang ilegal dan berbahaya, serta kontribusi terhadap penerimaan negara.
“Pelajar merupakan generasi penerus bangsa yang nantinya akan mengambil peran dalam menjaga kedaulatan negara. Karena itu, pemahaman tentang tugas dan fungsi institusi negara perlu dikenalkan sejak dini,” ujar Bambang di hadapan para siswa dan guru.
Kegiatan tersebut disambut positif oleh Kepala SMA Negeri 1 Dewantara, Mustafa, S.Pd. Ia mengapresiasi langkah Bea Cukai Lhokseumawe yang dinilai mampu membuka wawasan siswa terkait tugas lembaga negara dan pentingnya kesadaran hukum di tengah masyarakat.
Menurut Mustafa, kolaborasi antara instansi pemerintah dan dunia pendidikan menjadi salah satu langkah penting dalam membentuk karakter generasi muda yang sadar hukum dan memiliki semangat kebangsaan.
“Edukasi seperti ini sangat bermanfaat bagi siswa, tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga memberikan motivasi dan gambaran mengenai peluang karier di instansi pemerintah,” katanya.
Dalam kegiatan itu, Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Lhokseumawe, Vicky Fadian, menyampaikan materi mengenai tugas dan fungsi Bea Cukai, termasuk pelayanan, pengawasan, serta perlindungan masyarakat di wilayah kerja Bea Cukai Lhokseumawe.
Selain itu, Vicky juga menjelaskan ketentuan barang bawaan penumpang serta memberikan informasi terkait jalur karier dan tata cara menjadi pegawai Bea Cukai. Materi tersebut disampaikan sebagai bentuk edukasi sekaligus motivasi kepada para pelajar.
Sementara itu, narasumber lainnya, Enro Riyadi Turnip, memaparkan bahaya peredaran rokok ilegal. Ia menjelaskan bahwa peredaran rokok ilegal tidak hanya merugikan negara dari sisi penerimaan cukai, tetapi juga berdampak pada kesehatan masyarakat dan menciptakan persaingan usaha yang tidak sehat.
Ia mengajak para pelajar untuk ikut berperan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat agar menolak peredaran barang ilegal, termasuk rokok tanpa pita cukai resmi.
Melalui program Customs Goes to School, Bea Cukai Lhokseumawe menegaskan komitmennya untuk terus hadir di lingkungan pendidikan sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran hukum dan memperkuat pemahaman generasi muda mengenai pentingnya menjaga kedaulatan ekonomi negara.
Momentum Hari Kebangkitan Nasional juga dimaknai sebagai pengingat bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga masa depan bangsa melalui pengetahuan, kesadaran hukum, dan semangat kebangsaan.
















