banner 728x250
aceh  

Wakil Walikota Lhokseumawe Husaini Resmi Buka Pelatihan Dai/Daiyah Digital, Dorong Dakwah Adaptif di Era Medsos

banner 120x600
banner 468x60

Lhokseumawe--Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah menggelar Pelatihan Dai/Daiyah dalam Pemanfaatan Media Digital Tahun 2026, Selasa (19/5/2026). Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Lhokseumawe sebagai upaya memperkuat kapasitas para pendakwah dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi dan media sosial yang semakin pesat.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Lhokseumawe Husaini  menyampaikan apresiasi kepada Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Kota Lhokseumawe yang telah menginisiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan itu sangat relevan dengan kondisi saat ini, di mana media digital telah menjadi ruang utama masyarakat memperoleh berbagai informasi, termasuk informasi keagamaan.

banner 325x300

“Perkembangan teknologi informasi berlangsung sangat cepat. Media sosial dan platform digital kini menjadi ruang utama masyarakat dalam mencari informasi, termasuk informasi keagamaan,” ujar Wali Kota dalam sambutan pembukaan kegiatan tersebut.

Ia menegaskan, para dai dan daiyah dituntut untuk mampu menyesuaikan metode dakwah agar tetap efektif, santun, dan mampu menjangkau generasi muda di tengah derasnya arus informasi digital.

Selain itu, Pemerintah Kota Lhokseumawe berharap pelatihan tersebut mampu meningkatkan kemampuan peserta dalam memproduksi konten dakwah yang positif, edukatif, dan menyejukkan. Para peserta juga diharapkan dapat berperan aktif menangkal penyebaran informasi menyesatkan maupun konten negatif di ruang digital.

“Peran ulama dan pendakwah sangat penting dalam menjaga nilai-nilai syariat Islam di tengah masyarakat,” lanjutnya.

Pelatihan tersebut juga menjadi bagian dari dukungan pemerintah daerah terhadap peningkatan kualitas sumber daya dai dan daiyah di Kota Lhokseumawe, khususnya dalam menghadapi tantangan dakwah di era digital.

Wakil Wali Kota Husaini  turut mengajak seluruh peserta memanfaatkan pelatihan itu secara maksimal dengan aktif belajar dan berdiskusi agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam aktivitas dakwah di tengah masyarakat.

Kegiatan kemudian resmi dibuka dengan ucapan basmalah oleh Wakil Wali Kota Lhokseumawe, disertai harapan agar seluruh rangkaian pelatihan berjalan lancar dan membawa manfaat bagi penguatan syiar Islam di Kota Lhokseumawe.

Kepala Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Kota Lhokseumawe  Sufri menyampaikan harapan besar agar para dai dan daiyah mampu memanfaatkan media digital sebagai sarana dakwah yang efektif di era modern. Hal tersebut disampaikan dalam pembukaan kegiatan Pelatihan Dai dan Daiyah dalam Pemanfaatan Media Digital Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Hotel Lido Graha, Lancang Garam, Kota Lhokseumawe, Selasa (19/5/2026).

Dalam sambutannya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program dakwah dan syariat Islam yang dibiayai melalui DPA Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Kota Lhokseumawe Tahun Anggaran 2026. Kegiatan itu juga mengacu pada Keputusan Wali Kota Lhokseumawe Nomor 100/304 Tahun 2026 tentang penunjukan narasumber dan moderator pelatihan pemanfaatan media digital bagi dai dan daiyah di wilayah Kota Lhokseumawe.

Pelatihan dilaksanakan selama empat hari, mulai 19 hingga 22 Mei 2026 atau bertepatan dengan 2 hingga 5 Zulhijjah 1447 Hijriah. Sebanyak 100 peserta dari kalangan dai dan daiyah di Kota Lhokseumawe mengikuti kegiatan tersebut dengan menghadirkan tiga orang narasumber.

Kepala Dinas Syariat Islam Kota Lhokseumawe Sufri menyebutkan, perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat membuat media digital menjadi ruang utama masyarakat dalam memperoleh informasi, termasuk pengetahuan keagamaan. Karena itu, para dai dan daiyah diharapkan mampu menyesuaikan metode dakwah dengan perkembangan zaman.

“Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kemampuan para dai dan daiyah dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana menyebarkan syariat Islam dan pesan-pesan keagamaan secara luas, tepat, dan efektif, terutama kepada generasi muda yang aktif menggunakan platform digital,” ujarnya.

Selain memberikan pelatihan teknis, pemerintah juga berencana membangun media dakwah digital yang dikelola oleh Dinas Syariat Islam Kota Lhokseumawe, baik melalui platform YouTube maupun Instagram. Para peserta nantinya diharapkan dapat berkontribusi aktif dengan membuat konten dakwah berupa video ceramah berdurasi 10 hingga 15 menit yang akan dipublikasikan melalui media tersebut.

“Kami berharap setelah pelatihan ini selesai, para dai dan daiyah dapat terus berkontribusi mendukung syiar Islam di Kota Lhokseumawe melalui konten-konten dakwah digital yang kreatif dan edukatif,” katanya.

Kegiatan pembukaan pelatihan turut dihadiri, unsur pemerintah daerah, narasumber, moderator, serta para dai dan daiyah dari berbagai wilayah di Kota Lhokseumawe. Acara dimulai pukul 08.00 WIB dan berlangsung hingga selesai.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *