Liputan24.Com//Jakarta.
Dunia dirgantara Indonesia baru saja mencatat babak baru dalam manajemen maskapai nasionalnya. Letnan Jenderal TNI (Hor.) Glenny Kairupan (lahir 1949), seorang purnawirawan perwira tinggi dengan rekam jejak tempur yang legendaris, resmi dipercaya mengemban amanah sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia pada Oktober 2025. Penunjukan ini bukan sekadar pergantian posisi, melainkan kembalinya seorang “elang tua” ke habitat aslinya di langit, membawa kedisiplinan militer dan keahlian penerbangan ke meja direksi.
Tempaan Paviliun 5A dan Persahabatan Elit
Perjalanan Glenny dimulai dari kawah candradimuka AKABRI Darat, lulus pada tahun 1973 sebagai bagian dari angkatan emas yang kelak mengubah wajah Indonesia. Di sana, ia berbagi kamar di Paviliun 5A bersama Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan menjalin persahabatan karib dalam satu kompi dengan Prabowo Subianto.
Karakter Glenny digambarkan oleh rekan-rekannya sebagai sosok yang berfisik kuat dan memiliki keberanian di atas rata-rata. Namun, di balik ketangguhan fisiknya, ia adalah seorang pembelajar yang gigih, menyelesaikan pendidikan hingga jenjang Magister dan mendalami ilmu pertahanan di berbagai institusi internasional.
Pilot Helikopter di Medan Seroja
Meskipun mengawali karier sebagai perwira infanteri, panggilan jiwa Glenny justru ada di udara. Pada tahun 1975, ia menempuh pendidikan di Curug untuk menjadi pilot di Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Penerbad). Keahlian ini langsung diuji dalam operasi militer paling intens di Timor Timur.
Sebagai pilot helikopter di medan Operasi Seroja, Glenny dikenal bukan hanya karena kemampuannya bermanuver di wilayah konflik, tetapi juga karena kemanusiaannya. Ia tak segan-segan mendaratkan helikopternya di titik berbahaya demi mengevakuasi prajurit yang terluka atau gugur. Pengalaman “bermain dengan maut” di udara inilah yang membentuk ketenangan dan ketajaman pengambilan keputusannya dalam situasi krisis.
Navigasi Strategis dari Militer ke Korporasi
Purna tugas pada 2004 dengan pangkat terakhir Mayor Jenderal (sebelum meraih Letjen Kehormatan pada 2025), Glenny tidak lantas beristirahat. Ia aktif dalam dunia politik sebagai salah satu tokoh kunci di Partai Gerindra dan menjabat sebagai Dosen di Lemhannas. Pengalamannya mengelola organisasi besar dan memahami geopolitik menjadi modal penting saat ia ditarik masuk ke dalam jajaran Komisaris Garuda Indonesia pada 2024.
Puncaknya, melalui RUPSLB Oktober 2025, ia dipercaya menggantikan Wamildan Tsani Panjaitan untuk memimpin langsung Garuda Indonesia. Transisi ini dipandang sebagai upaya negara untuk menempatkan sosok senior dengan integritas tinggi dan pemahaman teknis penerbangan guna memperkuat stabilitas operasional serta posisi tawar maskapai nasional di kancah internasional.
Visi Menjaga Marwah Maskapai Bangsa
Di usia yang sangat matang, Letjen Glenny Kairupan membawa visi kepemimpinan yang tegas. Sebagai Direktur Utama, ia memikul beban untuk memastikan Garuda Indonesia tetap terbang tinggi dengan efisiensi yang ketat, tanpa mengabaikan aspek keselamatan yang merupakan nafas utama seorang pilot.
Kisah Glenny adalah narasi tentang loyalitas dan pengabdian yang tidak mengenal batas usia. Dari mengemudikan helikopter di belantara Timor Timur hingga kini memegang kendali atas armada Boeing dan Airbus milik bangsa, ia membuktikan bahwa seorang prajurit sejati selalu siap untuk kembali ke “medan tempur”—apa pun bentuknya—demi kehormatan merah putih di angkasa. (Red**)






