Aceh Utara – Pengerjaan Jembatan Perintis di Desa Peudari, Kecamatan Geureudong Pase, Kabupaten Aceh Utara, terus menunjukkan perkembangan. Di atas aliran sungai, personel di lapangan melanjutkan pekerjaan konstruksi melalui pengelasan besi hanger yang menjadi bagian dari rangka jembatan. Hingga saat ini, progres pembangunan telah mencapai 60 persen. Senin (26 Oktober 2026).
Babinsa Koramil 27/Geureudong Pase, Serka Eko Supriyono, mengikuti perkembangan pengerjaan jembatan yang menjadi penghubung akses masyarakat tersebut. Sejumlah rangka besi tampak berdiri di sepanjang bentangan sungai, sementara papan kayu mulai terpasang membentuk bagian lantai jembatan.
Pada tahap pengerjaan kali ini, pengelasan besi hanger dilakukan untuk mendukung penyelesaian struktur jembatan. Pekerjaan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pembangunan yang membutuhkan ketelitian agar setiap komponen konstruksi terpasang sesuai peruntukannya.
Jembatan Perintis Peudari memiliki panjang 106 meter dan lebar 1,2 meter, dengan ketinggian sekitar 3 meter. Adapun abutmen jembatan memiliki ukuran panjang 2 meter, lebar 3,5 meter, dan tinggi 3 meter sebagai bagian dari struktur penopang di kedua sisi jembatan.
Sebelumnya, pekerjaan yang telah dilaksanakan meliputi pengecoran tapak pondasi di sisi dekat dan jauh sungai, pemasangan besi pilon, serta pemasangan besi gelagar. Kodim 0103/Aceh Utara melalui Koramil 27/Geureudong Pase terus mendukung pembangunan tersebut agar tahapan pengerjaan dapat berjalan sesuai rencana.
Dandim 0103/Aceh Utara, Letkol Inf Faisal, S.Sos., M.Si., turut memberikan perhatian terhadap perkembangan pembangunan jembatan yang diharapkan dapat menunjang mobilitas warga. Dengan progres mencapai 60 persen, pengerjaan kini berlanjut pada penyelesaian bagian rangka dan komponen konstruksi lainnya hingga jembatan siap digunakan masyarakat.


















