Polres Bitung Hadir di Tengah Duka Warga Pateten Satu, Kapolres dan Ketua Bhayangkari Berikan Dukungan dan Bantuan Kemanusiaan
Bukan sekadar datang membawa bantuan, Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho bersama Ketua Bhayangkari Cabang Bitung Ny. Hikma Arie hadir untuk mendengarkan, menguatkan, dan menunjukkan bahwa warga yang tertimpa musibah tidak menghadapi kesedihan ini sendirian. Posko Polres Bitung Peduli didirikan dan bantuan kebutuhan pokok disalurkan sebagai wujud nyata kepedulian Polri bersama masyarakat.
Liputan24.com|BITUNG — Di balik puing-puing rumah yang terbakar, ada keluarga yang sedang berusaha menerima kenyataan, ada barang-barang berharga yang mungkin tak sempat diselamatkan, serta ada harapan yang harus kembali dibangun dari keadaan yang tidak pernah diinginkan.
Musibah kebakaran yang melanda permukiman warga di Kelurahan Pateten Satu, RT 006/RW 002, Kecamatan Aertembaga, Kota Bitung, pada Jumat (16/10/2026) dini hari, bukan sekadar meninggalkan kerusakan bangunan. Bagi warga yang terdampak, peristiwa tersebut juga menghadirkan beban emosional, ketidakpastian, dan tantangan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari setelah kehilangan tempat tinggal atau harta benda.
Di tengah situasi itulah, Polres Bitung hadir melalui kegiatan Polres Bitung Peduli, membawa bukan hanya bantuan kebutuhan pokok, tetapi juga perhatian, kepedulian, dan dukungan moril bagi masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit.
Pada Jumat siang, Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho, S.I.K., M.H., bersama Ketua Bhayangkari Cabang Bitung Ny. Hikma Arie, mendatangi langsung lokasi kebakaran untuk bertemu dengan warga, melihat kondisi di lapangan, serta mendengarkan cerita dan kebutuhan masyarakat yang terdampak.
Kehadiran mereka didampingi Wakapolres Bitung Kompol Bartholomeus Dambe, S.H., para pejabat utama, Kapolsek jajaran, personel Polres dan Polsek, serta pengurus Bhayangkari Cabang Bitung. Turut hadir Camat Aertembaga Stenly Tatipang, S.Sos., Lurah Pateten Satu Christiany Sugiyanto, S.E., dan unsur masyarakat setempat.
Bagi Polres Bitung, kehadiran di tengah warga yang tertimpa musibah merupakan bagian dari tanggung jawab kemanusiaan. Ketika masyarakat sedang berusaha menata kembali kehidupan setelah mengalami kejadian yang berat, mereka membutuhkan uluran tangan, perhatian, dan keyakinan bahwa masih ada banyak pihak yang bersedia berjalan bersama mereka.
Karena itu, setelah kebakaran terjadi, Polres Bitung mendirikan tenda sebagai Posko Polres Bitung Peduli. Langkah ini menjadi bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat sekaligus wujud kepedulian terhadap warga yang membutuhkan dukungan pascakebakaran.
Saat berada di lokasi, Kapolres bersama Ketua Bhayangkari menyempatkan diri meninjau kawasan terdampak dan berdialog langsung dengan warga. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk mendengarkan kondisi masyarakat sekaligus menyampaikan dukungan agar warga tidak kehilangan semangat dalam menghadapi keadaan yang sulit.
Kapolres memahami bahwa bantuan yang diberikan mungkin tidak dapat menggantikan rumah, kenangan, maupun harta benda yang telah hilang. Namun, melalui perhatian dan tindakan nyata, Polres Bitung berharap dapat membantu mengurangi sebagian beban yang harus ditanggung warga.
Sebagai bentuk kepedulian, Kapolres bersama Ketua Bhayangkari menyerahkan bantuan kebutuhan pokok berupa beras, air mineral, mi instan, minyak kelapa, gula pasir, telur, kopi, dan teh. Bantuan tersebut selanjutnya dipercayakan kepada Lurah Pateten Satu untuk disalurkan kepada warga yang terdampak sesuai kebutuhan.
Dalam pertemuan bersama masyarakat dan pemerintah setempat di tenda posko, Kapolres menyampaikan rasa prihatin serta mengajak warga untuk saling menguatkan. Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak seharusnya merasa sendirian ketika menghadapi musibah.
“Kami turut merasakan keprihatinan atas musibah yang dialami saudara-saudara kita di Pateten Satu. Kami menyadari, ketika kebakaran terjadi, yang terdampak bukan hanya bangunan dan harta benda, tetapi juga perasaan, ketenangan, dan kehidupan keluarga yang harus kembali ditata. Tidak mudah menghadapi keadaan seperti ini, terlebih ketika rumah yang selama ini menjadi tempat berlindung mengalami kerusakan atau tidak lagi dapat ditempati,” ungkap Kapolres Bitung.
Ia melanjutkan, kehadiran Polres Bitung bersama Bhayangkari merupakan bentuk kepedulian dan dukungan agar warga mengetahui bahwa mereka tidak sendiri dalam menghadapi cobaan tersebut.
“Kami datang bukan hanya untuk melihat lokasi kebakaran atau menyerahkan bantuan. Kami ingin bertemu langsung dengan masyarakat, mendengarkan apa yang mereka rasakan, dan menunjukkan bahwa Polri hadir bersama warga, termasuk ketika mereka sedang berada dalam keadaan paling sulit. Kami tahu bantuan ini tidak dapat menggantikan apa yang telah hilang, tetapi kami berharap dapat sedikit meringankan kebutuhan sehari-hari dan menguatkan semangat saudara-saudara kita untuk bangkit kembali,” ujar Kapolres.
Kapolres juga mengajak masyarakat untuk tidak kehilangan harapan, tetap saling menopang, dan menjaga semangat persaudaraan. Menurutnya, dalam menghadapi musibah, kepedulian antarsesama merupakan kekuatan yang sangat berarti.
“Kepada seluruh warga yang terdampak, tetaplah kuat. Tidak perlu merasa menghadapi semua ini sendirian. Kita berusaha melewati keadaan ini bersama-sama, dengan saling membantu dan saling menguatkan. Semoga bantuan yang kami bawa dapat memberikan manfaat, meskipun sederhana, dan semoga masyarakat diberikan kekuatan serta ketabahan untuk melewati masa sulit ini,” tambahnya.
Kehadiran Ketua Bhayangkari Cabang Bitung bersama jajaran Bhayangkari juga menjadi bagian dari semangat kepedulian terhadap sesama, khususnya keluarga yang sedang membutuhkan dukungan. Melalui kegiatan ini, Polres Bitung ingin menegaskan bahwa pelayanan kepolisian tidak hanya berkaitan dengan keamanan dan ketertiban, tetapi juga menyangkut empati, kepedulian sosial, dan perhatian terhadap kondisi kemanusiaan masyarakat.
Sinergi bersama pemerintah kecamatan dan kelurahan menjadi bagian penting agar bantuan dapat disalurkan kepada warga yang membutuhkan. Semangat gotong royong diharapkan terus tumbuh sehingga masyarakat yang terdampak dapat memperoleh dukungan dalam menjalani masa pemulihan.
Musibah memang dapat datang tanpa diduga, tetapi kepedulian dapat menjadi penguat ketika seseorang merasa kehilangan. Kehadiran, perhatian, dan bantuan yang diberikan dengan tulus menjadi pengingat bahwa di tengah kesedihan, masih ada kebersamaan yang dapat diandalkan.
Melalui Polres Bitung Peduli, Polres Bitung berkomitmen untuk terus hadir secara humanis dan responsif, mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, serta membangun hubungan yang berlandaskan kepercayaan dan kepedulian.
Sebab, bagi Polri, masyarakat bukan sekadar pihak yang harus dilayani, melainkan keluarga besar yang perlu dijaga, diperhatikan, dan didampingi, terutama saat menghadapi cobaan.
Polri Bersama Masyarakat. Polri Hadir untuk Menguatkan.
Polres Bitung — Hadir dengan Kepedulian, Bergerak dengan Kemanusiaan.
( R Saleh )

















