Respons Cepat dan Humanis, Polsek Matuari Bersama Pamapta Polres Bitung Berhasil Evakuasi Pria dari Tower Pemancar di Girian Bawah
Utamakan Keselamatan Jiwa, Polri Hadir Memberikan Pertolongan dan Pendampingan bagi Warga yang Menghadapi Persoalan Pribadi
Liputan24.com|BITUNG – Mengedepankan keselamatan jiwa dan pendekatan humanis dalam pelayanan kepada masyarakat, personel Polsek Matuari bersama Pamapta Polres Bitung bergerak cepat menangani peristiwa seorang pria yang diduga hendak mengakhiri hidupnya dengan menaiki tower pemancar sinyal di Kelurahan Girian Bawah, Kecamatan Matuari, Kota Bitung, Kamis (15/10/2026).
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 11.50 WITA tersebut pertama kali diketahui oleh warga setempat yang melihat seorang pria memasuki halaman tower dan menaiki tangga menara. Menyadari adanya potensi bahaya yang mengancam keselamatan jiwa, warga segera berupaya memberikan pertolongan, meminta bantuan masyarakat sekitar, serta melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.
Merespons laporan tersebut, personel Pamapta Polres Bitung bersama piket Intelkam dan petugas Inafis tiba di lokasi sekitar pukul 12.10 WITA. Selanjutnya, Kapolsek Matuari bersama personel piket Polsek Matuari tiba sekitar pukul 12.30 WITA untuk melakukan penanganan dan upaya penyelamatan.
Di lokasi kejadian, petugas mengedepankan pendekatan persuasif, komunikasi yang menenangkan, serta upaya membujuk yang bersangkutan agar bersedia turun dengan selamat. Petugas juga berkoordinasi dengan warga di sekitar lokasi guna mendukung proses penanganan dan mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Berkat respons cepat, koordinasi, dan upaya bersama di lapangan, pria tersebut akhirnya berhasil dievakuasi dari tower sekitar pukul 13.00 WITA. Keberhasilan ini menjadi pengingat bahwa kepedulian masyarakat, kecepatan melaporkan keadaan darurat, dan pendekatan yang mengutamakan kemanusiaan memiliki peran penting dalam menyelamatkan nyawa.
Berdasarkan informasi awal, peristiwa tersebut diduga berkaitan dengan persoalan rumah tangga yang sedang dihadapi oleh yang bersangkutan. Namun, dalam situasi seperti ini, yang paling utama adalah memastikan keselamatan, memberikan dukungan emosional, serta membuka ruang bagi penyelesaian masalah secara bijaksana tanpa menghakimi pihak mana pun.
Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho, S.I.K., S.H., M.H., melalui Kapolsek Matuari AKP Feriantina Dwi Arahmayani.,S.Tr.K., S.I.K., M.H, menyampaikan bahwa kehadiran personel kepolisian dalam peristiwa tersebut merupakan bentuk komitmen Polri untuk melindungi keselamatan jiwa dan memberikan pertolongan kepada setiap warga yang membutuhkan.
“Dalam setiap penanganan kejadian yang menyangkut keselamatan jiwa, kami mengutamakan pendekatan yang humanis, persuasif, dan mengedepankan keselamatan. Kami memahami bahwa setiap orang dapat menghadapi persoalan hidup yang berat. Karena itu, diperlukan kepedulian, kesabaran, serta dukungan dari keluarga, masyarakat, dan lingkungan sekitar agar persoalan yang dihadapi dapat dicari jalan keluarnya dengan baik,” demikian pesan Kapolres Bitung melalui Kapolsek Matuari.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak memberikan stigma, menyebarkan kabar yang belum terverifikasi, ataupun menjadikan peristiwa tersebut sebagai bahan ejekan. Sebaliknya, masyarakat diharapkan memberikan ruang privasi, menjaga martabat yang bersangkutan, serta membantu menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung pemulihan kondisi emosionalnya.
“Apabila mengetahui seseorang sedang mengalami tekanan emosional atau menunjukkan tanda-tanda ingin menyakiti diri sendiri, jangan dibiarkan menghadapi keadaan tersebut sendirian. Dekati dengan tenang jika situasinya aman, dengarkan tanpa menghakimi, dan segera hubungi petugas atau layanan darurat untuk mendapatkan bantuan. Kepedulian sederhana dapat menjadi langkah penting dalam menyelamatkan kehidupan seseorang,” lanjut pesan tersebut.
Sebagai tindak lanjut, Polsek Matuari akan terus melakukan pemantauan situasi kamtibmas serta mengedepankan koordinasi dengan Bhabinkamtibmas, keluarga, dan pemerintah setempat untuk mendorong pendampingan yang diperlukan, dengan tetap menghormati privasi serta kondisi psikologis yang bersangkutan.
Melalui peristiwa ini, Polres Bitung mengingatkan bahwa persoalan hidup, termasuk masalah keluarga, perlu dihadapi dengan dukungan dan komunikasi yang sehat.
Masyarakat diharapkan tidak ragu meminta bantuan kepada orang yang dipercaya, tenaga profesional, maupun pihak berwenang ketika menghadapi situasi yang terasa berat.
Polri Hadir Untuk Masyarakat. Keselamatan jiwa adalah prioritas, kepedulian adalah kekuatan, dan setiap persoalan layak mendapatkan pertolongan serta jalan keluar yang manusiawi.
( R Saleh )

















