Liputan24.Com//Sitaro.
Di tengah puing-puing dan lumpur yang menyelimuti wilayah akibat banjir bandang di Pulau Siau, saya, tidak hanya hadir dalam kapasitas sebagai pemimpin daerah, melainkan sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan musibah.(7/01/2026)
Saya berjalan mendekati setiap warga yang terdampak, menyapa dengan hangat, memberikan pelukan yang penuh makna terutama anak-anak, dan menguatkan semangat mereka yang sedang merasakan kesakitan, duka serta kehilangan. Saya ingin menyampaikan pesan yang jelas bahwa negara tidak pernah meninggalkan rakyatnya di saat paling membutuhkan.
Kunjungan ini bukanlah sekadar rangkaian acara dalam jadwal pemerintahan. Bagi saya, ini adalah bentuk nyata bahwa negara ada di tengah-tengah masyarakat yang sedang dilanda musibah. Saya merasakan empati yang mendalam saat berbincang dengan para orang tua yang khawatir tentang masa depan keluarga mereka, anak-anak yang kehilangan tempat bermain dan sekolah, serta lansia yang kesulitan beradaptasi dengan kondisi pengungsian yang terbatas.
Saya memberikan janji yang tegas bahwa pemerintah akan terus berdampingan dan tidak akan berpaling, hingga kondisi Pulau Siau benar-benar dapat bangkit dan pulih sepenuhnya. (Tim_Red)








