Liputan24.com, Senin 13 April 2026, MEDAN – Berita Viral yang diunggah Epi Siregar di instagramnya dalam bahasa Batak Toba banyak ditonton masyarakat. Dalam ceritanya Epi Siregar mengatakan, ada salah keluarga kemalangan.
Saat keluarga yang kemalangan ( salah satu anggota meninggal dunia) bermarga Sitorus akan mengadakan acara adat beberapa hari kemudian, mereka tertipu oleh catering yang bermarga Sihite, kejadian ini lokasinya disebutkan dikota Medan, kejadiannya baru baru ini.
Saat keluarga berembuk untuk acara adat dihari berikutnya, kemudian mereka didatangi oleh orang suruhan yang mengatas nama kan Dinas Sosial Bobby, dan keluarga beranggapan itu Bobby Nasution, Gubernur Sumatera Utara. Saat itu suruhan Bobby tersebut mengatakan untuk keperluan acara kematian mendiang ini seperti, tenda 2, Ria raja ( Jamuan makan malam) 200 piring , kursi 200 pcs, lepat (lappet) 200 bungkus, Keyboard siang malam, dan Ambulance juga disediakan jika dimakamkan di kota Medan.
Pihak keluarga menyambutnya pemberian Dinas Sosial Bobny tersebut dengan baik, karena mereka sudah sangat terbantu untuk pembiayaan untuk acara duka tersebut.
Setelah itu tibalah saat nya untuk pesanan Catering untuk acara berikutnya, karena biasanya pada acara kematian untuk orang Batak yang meninggal Sarimatua maupun Saur matua, sebelum acara pengebumian diadakan, ada acara makan bersama sekalian mencari bantuan (tuppak).
Saat itulah utusan Dinas Sosial Bobby menawarkan Cateringnya untuk memasok Nasi sebanyak 500 piring, tapi harus di bayar dan kesepakatan harga untuk 500 piring adalah Rp 12.500.000 rupiah dengan harga perpiring Rp 25.000 rupiah serta Jambar Rp 1.500.000 rupiah serta Nasi kotak sebanyak 100 kotak dan harga tersebut telah disepakati bersama oleh kedua belah pihak antara catering dan keluarga yang berduka.
Saat itu juga pihak suruhan Dinas Sosial Bobby tersebut kepada keluarga yang berduka tersebut mengaku sanggup menyediakan catering untuk 50 kegiatan di ditempat yang berbeda berbeda di kota Medan.
Pihak keluarga kagum mendengar penuturan utusan dari Dinas Sosial Bobby tersebut yang menganggap catering tersebut merupakan perusahan besar seperti pengelola MBG saat ini.
Menurut penuturan Eva Siregar, saat acara Ria raja malam, makanan yang dijanjikan sebanyak 500 piring hanya ada 250 piring dan Nasi kotak hanya 60 kotak dan lappet yang dijanjikan hanya sedikit aja, ujar Epi Siregar dalam penuturannya. Tapi pihak keluarga masih beranggapan positif saat itu atas kekurangan tersebut dan berharap acara makan siang (saat acara adat ) besoknya semuanya dapat terpenuhi untuk makan siang, harap keluarga saat itu kata Epa Siregar.
Celakanya saat acara makan bersama saat acara adat hingga setelah selesai semua acara nasi yang dijanjikan belum juga datang, baru sekitar pukul 16.00 Wib baru lah nasi nya yang kurang tadi datang, tentu keluarga akan marah.
Karena bagi orang Batak, saat acara kemalangan tersebut apa bila ada tamu yang datang tidak mendapatkan makan saat acara tersebut, merupakan satu aib yang besar.
Selanjutnya pengunggah mengatakan, menurut informasi yang diterimanya bahwa kejadian seperti ini telah sering dilakukan oleh Catering bermarga Sihite tersebut
Ini menjadi pelajaran penting untuk kita semua, kata Epa Boru Torus. Jangan karena banyak sumbangan kita terlena. Lebih baik kita pesan Catering yang sudah kita kenal dan jelas kerja serta kwalitas katering tersebut, ujar sipengunggah berpesan dalam bahasa Batak Toba, dan
saat ini unggahan tersebut telah tayang 80 kali lebih.
PENULIS:ROBIN SILALAHI


















