Nabire – Papua Tengah, Liputan24.com – Ruas Jalan Poros Samabusa (Waharia), Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, kembali memakan korban kecelakaan. Seorang mahasiswi bernama Aisya Fahri Anas mengalami patah tulang paha setelah terjatuh akibat diduga menghantam jalan berlubang, Jumat (27/2/2026).
Peristiwa tersebut terjadi saat korban dalam perjalanan pulang ke rumah. Diduga kuat, sepeda motor yang dikendarainya kehilangan kendali setelah melewati lubang di badan jalan yang selama ini dikeluhkan warga.
Kondisi jalan berlubang di ruas Samabusa memang telah lama menjadi sorotan masyarakat. Tercatat sudah beberapa kali terjadi kecelakaan akibat kerusakan jalan yang belum juga diperbaiki secara menyeluruh.
Ketua BPI KPNPA RI Papua, Hardin, menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki kewajiban menjamin keselamatan pengguna jalan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Menurutnya, masyarakat yang menjadi korban kecelakaan akibat jalan rusak atau berlubang berhak menuntut ganti rugi kepada instansi terkait, termasuk biaya pengobatan dan kerugian lainnya.
“Dalam UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan sudah jelas bahwa pemerintah berkewajiban menjamin keselamatan pengendara. Jadi warga yang dirugikan berhak menuntut ganti rugi,” ujar Hardin saat berbincang dengan wartawan, Selasa (3/3/2026).
Ia juga meminta Dinas Pekerjaan Umum agar tidak membiarkan jalan-jalan di Nabire terus dalam kondisi rusak, karena sangat membahayakan pengguna jalan.
Memang, lanjutnya, perbaikan permanen mungkin terkendala faktor cuaca yang masih sering diguyur hujan. Namun, menurutnya, perbaikan sementara seperti penimbunan atau pengaspalan darurat dapat segera dilakukan guna meminimalisir risiko kecelakaan.
Sementara itu, kalangan wartawan di Nabire tengah berupaya meminta klarifikasi terkait kewenangan penanganan ruas jalan tersebut—apakah menjadi tanggung jawab Dinas PU Provinsi Papua Tengah atau Balai Pelaksanaan Jalan Nasional di bawah Kementerian PUPR.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai langkah konkret yang akan diambil untuk memperbaiki kondisi Jalan Poros Samabusa yang kembali menelan korban.
Masyarakat berharap pemerintah segera bertindak cepat sebelum kembali jatuh korban berikutnya.
Tim**














