banner 728x250
aceh  

BI Lhokseumawe Libatkan 50 UMKM dari 10 Kabupaten/Kota, Festival Meurah Silu 2026 Dorong Kebangkitan Ekonomi Aceh

banner 120x600
banner 468x60

LHOKSEUMAWE – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Lhokseumawe menggelar Festival Meurah Silu (FMS) 2026 di Harun Convention Hall, Cunda, Kota Lhokseumawe, pada 31 Oktober hingga 1 November 2026. Kegiatan tahunan tersebut melibatkan 50 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari 10 kabupaten/kota di wilayah kerja BI Lhokseumawe.

Festival Meurah Silu 2026 diselenggarakan sebagai wadah promosi produk unggulan UMKM, pengembangan ekonomi kreatif, pelestarian budaya Aceh, sekaligus mendorong perluasan penggunaan transaksi digital di tengah masyarakat.

banner 325x300

Kepala KPwBI Lhokseumawe, Yudo Herlambang, mengatakan festival tersebut menjadi kesempatan bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk unggulan daerah agar semakin dikenal masyarakat luas, termasuk di tingkat nasional.

Menurut Yudo, sebanyak 50 UMKM yang terlibat menghadirkan berbagai produk unggulan, mulai dari wastra atau kain tradisional Aceh, produk kriya, dekorasi, kuliner, hingga kopi Gayo.

“Jadi, kita ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa produk-produk unggulan di bawah binaan BI yang terdiri dari 10 kabupaten/kota di Aceh dapat terangkat secara nasional. Sehingga ke depannya ini bisa ditingkatkan dan memberikan multiplier effect bagi pertumbuhan ekonomi itu sendiri,” kata Yudo kepada wartawan seusai pembukaan Festival Meurah Silu 2026, Sabtu (31/10/2026).

Ia menjelaskan, Festival Meurah Silu merupakan agenda tahunan BI Lhokseumawe dengan lokasi pelaksanaan yang berpindah-pindah. Pada tahun sebelumnya, kegiatan serupa diselenggarakan di Kota Langsa.

Yudo menambahkan, pelaksanaan festival tahun ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pemulihan ekonomi Aceh pascabencana. Menurutnya, dampak kegiatan tidak hanya dirasakan oleh pelaku UMKM, tetapi juga berpotensi menggerakkan sektor pendukung seperti perhotelan, restoran, transportasi, dan usaha oleh-oleh.

“Kita mengingat bahwa saat ini sedang pemulihan ekonomi Aceh pascabencana. Sehingga dengan adanya festival ini tidak hanya sekadar pesta rakyat, tetapi dapat memberi dampak ekonomi baik dari sisi perhotelan, restoran, pembelian oleh-oleh maupun lainnya bisa semakin tumbuh. Karena orang yang berkunjung banyak dari luar kota, ini yang menjadi menarik,” ujarnya.

Dalam penyelenggaraannya, Festival Meurah Silu 2026 menghadirkan beragam kegiatan, di antaranya QRIS Wakaf Run, edukasi transaksi digital, Bazaar & Expo UMKM, Lomba Wastra, serta talkshow yang bekerja sama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda).

Selain itu, terdapat Aceh Modest Fashion Design Competition x Dekranasda, Samamasa Band & Bankers Idol, layanan kas keliling untuk penukaran uang rupiah pecahan kecil, Lomba Cerdas Cermat Kebanksentralan, donor darah, lomba mewarnai tingkat SD/MI sederajat, serta penampilan bintang tamu Apache.

Salah satu agenda yang turut diangkat adalah talkshow bertema “Pengembangan Wastra Aceh: Heritage to Global Trend” yang bertujuan memperkenalkan kekayaan kain tradisional Aceh sekaligus mendorong pengembangannya agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Wali Kota Lhokseumawe, Sayuti Abubakar, menyampaikan dukungan Pemerintah Kota Lhokseumawe terhadap penyelenggaraan Festival Meurah Silu 2026. Ia mengapresiasi keterlibatan pelaku UMKM dari 10 kabupaten/kota yang berada di wilayah kerja BI Lhokseumawe.

“Kami mengapresiasi BI yang telah menggandeng para pelaku usaha yang ada di 10 kabupaten/kota di Aceh yang berada di wilayah kerja BI Lhokseumawe. Festival ini menjadi ajang promosi atau kreativitas mereka untuk lebih dapat dikenal lagi hingga tingkat nasional,” ujar Sayuti.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat memperluas pengenalan produk UMKM lokal, meningkatkan daya saing pelaku usaha, serta membuka peluang pasar yang lebih besar, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Rangkaian Festival Meurah Silu 2026 dijadwalkan berakhir pada Minggu (1/11/2026) malam. Penutupan akan dirangkaikan dengan Tabligh Akbar yang menghadirkan penceramah Dr. Ali Zaenal Abidin Alkaff, Lc., M.E., atau yang dikenal  Habib Ali Alkaff, sekitar pukul 20.00 WIB.

Melalui penyelenggaraan festival ini, BI Lhokseumawe berharap promosi produk unggulan daerah, penguatan ekonomi kreatif, pelestarian budaya, serta perluasan transaksi digital dapat berjalan beriringan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat Aceh.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *