NEWSBRATA.COM//SANGIHE
Suasana yang seharusnya damai dalam pesta demokrasi di Kampung Belengang, Kecamatan Manganitu, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Rabu (21/10/2026), berubah panas dan penuh ketegangan. Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang diharapkan berjalan lancar justru diwarnai kericuhan setelah muncul dugaan kuat praktik politik uang yang dilakukan salah satu calon.
Dari empat calon yang berlaga, Calon Nomor Urut 2 diduga kuat terlibat pembagian uang kepada pemilih guna memperoleh suara. Dugaan ini langsung memicu ketidakpercayaan yang mendalam dari tiga pasangan calon lainnya. Sebagai bentuk protes dan penolakan terhadap proses yang dinilai tidak jujur dan tidak adil, ketiga calon tersebut secara tegas menolak menandatangani Berita Acara Hasil Pemilihan.
“Informasi yang kami terima di lapangan sangat jelas: ada dugaan pembagian uang secara terang-terangan oleh salah satu calon. Karena itulah calon lain merasa keberatan dan menolak menandatangani berita acara. Kepercayaan sudah rusak,” ujar salah satu saksi di lokasi yang meminta namanya tidak dipublikasikan.
Situasi di lokasi pasca-pemilihan sempat memanas. Aparat keamanan bersama tokoh masyarakat terpaksa turun meredakan ketegangan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Hingga berita ini diturunkan, Panitia Pemilihan Kampung Belengang belum memberikan penjelasan apa pun terkait dugaan yang meresahkan masyarakat ini.
📢 SERUAN MASYARAKAT: TEGAKKAN DEMOKRASI YANG SEBENARNYA
Masyarakat Belengang memandang masalah ini bukan hal sepele. Mereka meminta:
– ✅ Panitia Pemilihan Kabupaten dan Pemerintah Kecamatan Manganitu segera turun tangan melakukan klarifikasi dan verifikasi menyeluruh atas laporan dugaan politik uang.
– ✅ Pihak berwenang memeriksa fakta di lapangan secara objektif dan transparan
– ✅ Prinsip LUBER JURDIL — Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil — harus tetap ditegakkan di setiap proses demokrasi, sekecil apa pun wilayahnya
“Kami tidak menginginkan kemenangan yang dibeli dengan uang. Yang kami cari adalah pemimpin pilihan hati nurani warga Belengang. Jangan biarkan demokrasi di desa kami dijual beli,” harap salah satu warga yang ditemui awak.
Bagi Masyarakat yg merasa ingin mengklarifikasi perkembahan Pilkades tersebut , kami redksi memberikan ruang HAK JAWAB, Newsbrata.com terus memantau perkembangan kasus ini.
Ruang hak jawab terbuka lebar bagi semua pihak terkait, khususnya Calon Nomor Urut 2 dan Panitia Pemilihan Kampung Belengang untuk memberikan penjelasan resmi dan membantah dugaan yang beredar di masyarakat. Kebenaran harus berdiri di atas bukti, bukan di atas keheningan. (Tim**)






