Liputan24.com, Minggu 29 Maret 2026, MEDAN – Waww sungguh gawat tragedi demi tragedi berlalu, Namun tanda kolam itu tidak berhenti beroperasi. Kolam Berenang Bahagia tepatnya di Jalan Bahagia By Pass, Medan Kota, Kembali dipublikasikan setelah insiden tenggelamnya 2 orang anak dalam kegiatan sekolah peristiwa tersebut bukan lagi dibilang hanya kebetulan saja terjadi.
Sabtu 14/3/2026 menjadi hari kelam terhadap 2 orang siswi Sekolah Dasar, Aurel Silalahi (11) dan Claudia (11). Keduanya tenggelam pada saat mengikuti kegiatan Ekstrakurikuler. Claudia meninggal dunia, Sementara Aurel selamat namun harus menghadapi dampak Psikologis yang tidak ringan.
Yang memicu kemarahan publik, Kejadian ini merupakan bagian dari rangkaian insiden yang serupa yang telah berulang. Pada tahun 2023 korban jiwa sudah pernah ada. Pada tahun 2025 insiden hampir kembali terjadi. Kini kembali melayang dilokasi yang sama. Rentetan ini memunculkan dugaan kuat adanya kelalaian yang serius yang tidak pernah sama sekali ditangani secara tuntas.
Sejumlah warga menyebut operasional kolam berenang bahagia berjalan seperti biasa saja, tanpa perbaikkan berarti tanpa aspek keselamatan. Bahkan pihak Rumah Sakit mengakui telah berulang kali menerimah korban dari lokasi tersebut.
Ini menandakan persoalan yang terjadi bukan insidental, melainkan pola yang terus berulang.
Ditengah situasi itu, Pernyataan dari pengelola justru menuai sorotan yang sangat serius. Mereka mengatakan telah mengingatkan pihak sekolah agar mengawasi siswa – siswinya. Namun, Agumen tersebut dinilai tidak menjawab subtansi masalah, Yakni tanggung jawab utama penyedia jasa dalam menjamin untuk keselamatan para pengunjung.
Keluarga korban pun tidak tinggal diam saja mereka mendesak agar tempat tersebut ditutup dan aparat penegak hukum dan Walikota Medan segera mengambil tindakan tegas jika telah ditemukan suatu unsur kelalaian.
Ketua DPW Media Center LSM PAKAR Sumut mengatakan jangan sampai ada korban berikutnya. Ini harus dihentikan, Tegas Ketua
Tak hanya soal keselamatan dikolam, Dugaan lemahnya pengamanan lingkungan juga mencuat. Seorang pengunjung mengaku telah kehilangan bagian kendaraan di area parkir, Namun tidak mendapatkan penanganan yang jelas dari pihak kolam berenang bahagia.
Hal ini semakin mempertegas lemahnya standar keamanan dilokasi tersebut. Kini perhatian para publik tertuju kepada Pemerintah Kota Medan dan aparat kepolisian.
TIM
















