KUNINGAN – liputan 24.com Polemik terkait pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, kembali mencuat ke publik. Setelah sebelumnya muncul dugaan menu makanan yang tidak layak konsumsi di dapur MBG wilayah Cipasung, kini muncul indikasi lain yang menjadi perhatian masyarakat, yakni dugaan ketidakstabilan penerimaan manfaat program di sejumlah sekolah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari beberapa sumber di lapangan, distribusi manfaat program MBG bagi siswa di wilayah Kecamatan Darma, termasuk pada SPPG #02 Cipasung dan sejumlah SPPG lainnya, disebut tidak berjalan secara konsisten. Sejumlah pihak menyebutkan adanya perubahan jumlah penerima manfaat di beberapa sekolah serta ketidakteraturan dalam penerimaan menu makanan bagi siswa.
Kondisi tersebut menimbulkan berbagai pertanyaan di kalangan masyarakat terkait mekanisme pengelolaan serta pengawasan program MBG di tingkat kecamatan. Program yang bertujuan meningkatkan asupan gizi bagi anak-anak sekolah ini diharapkan dapat dilaksanakan secara transparan, terukur, dan tepat sasaran.
Dalam perkembangan informasi yang beredar, dugaan ketidakstabilan penerimaan manfaat tersebut juga dikaitkan dengan kemungkinan adanya ketidaktertiban dalam pengelolaan distribusi program. Beberapa pihak bahkan menyebut dugaan tersebut mengarah pada oknum yang memiliki peran dalam koordinasi pelaksanaan MBG di tingkat kecamatan.
Salah satu sosok yang turut menjadi sorotan adalah Deni, yang disebut-sebut menjabat sebagai Koordinator Kecamatan (Korcam) MBG di Kecamatan Darma. Ia diduga memiliki peran dalam pengaturan distribusi program tersebut di wilayah setempat.
Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai dugaan tersebut. Upaya konfirmasi kepada pihak yang bersangkutan maupun pengelola program masih terus dilakukan.
Masyarakat berharap pemerintah daerah, pengawas program, serta aparat penegak hukum dapat melakukan evaluasi dan investigasi secara terbuka guna memastikan pelaksanaan program MBG berjalan sesuai dengan tujuan awalnya, yakni memberikan manfaat nyata bagi anak-anak sekolah tanpa adanya penyimpangan dalam pengelolaannya.


















