Liputan24.com, Sumatera Utara – Aparat Penegak Hukum (APH) dari Kepolisian dan TNI didesak untuk memberantas bisnis judi tembak ikan milik “Cici” yang berlokasi disejumlah tempat di kawasan Medan Utara, Kota Medan
“Kami meminta agar Kapolda Sumut, Pangdam I Bukit Barisan, Kapolres Belawan, dan Dandim untuk segera memberantas judi yang dikelola seorang yang biasa dipanggil “Cici” itu. Dia sudah banyak membuka lokasi judi di Medan Utara,” tegas ketua DPW Media Center LSM PAKAR Sumatera Utara.
Sementara itu berdasarkan laporan masyarakat yang diterima menyebutkan bahwa usaha judi tembak ikan merek GBM 99 yang kelola “Cici” itu sudah berlangsung lama. Dia telah membuka sejumlah titik permainan judi diantaranya di Desa Manunggal, Kecamatan Helvetia, Kabupaten Deli Serdang sebanyak 6 lokasi, Kota Bangun, Kecamatan Medan Marelan sebanyak 2 lokasi.
Kemudian, di kawasan Jalan Simpang Kayu Putih 1 lokasi ruko, Mabar pinggiran rel kereta api 1 lokasi, Titipapan Lorong 36 sebanyak 2 lokasi. Lalu, di Jalan Kebon Bunder Pasar V 2. Selanjutnya, di wilayah Kecamatan Medan Terjun ada 1 lokasi permainan judi, Kecamatan Hamparan Perak 4 lokasi, serta area kebun sawit Desa Palumanan dan Batang Serai 1 lokasi.
Maraknya bisnis judi di kawasan Medan Utara itu pun membuat masyarakat resah dan mendesak agar aparat penegak hukum melakukan penggerebekan dan menutup lokasi judi yang dikelola “Cici” tersebut.
Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto seakan tidak berdaya dalam memberantas bisnis perjudian tembak ikan yang berlokasi di kawasan Medan Utara, Kota Medan, Sumatera Utara.
Hal itu dibuktikan sampai sekarang ini bisnis perjudian yang kelola seorang warga yang biasa dipanggil dengan sebutan “Cici” masih terus beroperasi dengan omzet pendapatan bersih mencapai ratusan juta perharinya tanpa pernah disentuh APH khususnya Polda Sumatera Utara dan Polres Pelabuhan Belawan.
Sebelumnya, Kapolda Sumut ketika dikonfirmasi awak media mengenai adanya bisnis perjudian tembak ikan di wilayah Medan Utara tersebut masih belum memberikan keterangan resminya, karena masih sibuk dalam penanganan korban banjir di Sumatera Utara.
PENULIS:TIM


















