Liputan24.Com//Minahasa_Tenggara
Nama Steven Mamahit yang sempat disebut-sebut sebagai pihak yang diduga berada di balik bentrokan antarpenambang di Ratatotok akhirnya mendapat klarifikasi langsung.Steven Mamahit secara tegas membantah seluruh tudingan yang mengaitkan dirinya dengan insiden berdarah tersebut.
“Saya sama sekali tidak ada kaitannya dengan peristiwa itu,” tegas Steven Mamahit saat dikonfirmasi awak media(22/12/2025)
Ia menjelaskan bahwa pada saat bentrokan terjadi—yang mengakibatkan tiga orang laki-laki meninggal dunia serta satu orang perempuan mengalami luka tembak di bagian bibir—dirinya tidak berada di lokasi kejadian.
“Saat peristiwa itu terjadi, saya berada di Manado, bukan di Ratatotok,” ujarnya menegaskan.
Steven juga menyayangkan adanya pihak-pihak tertentu yang diduga secara sengaja mencatut namanya dan menyebarkan informasi yang tidak benar serta berpotensi menyesatkan opini publik. Menurutnya, penyebaran tuduhan tanpa dasar tersebut telah merugikan nama baik dan kehormatannya secara pribadi.
Ia meminta kepada pihak-pihak yang telah menyebut namanya dalam pemberitaan maupun informasi yang beredar di ruang publik agar segera memberikan klarifikasi secara terbuka.
“Saya menunggu klarifikasi dari oknum yang telah menyebut dan mengedarkan informasi bahwa saya terlibat dalam kejadian ini,” tegasnya.
Lebih lanjut, Steven Mamahit menegaskan tidak akan tinggal diam dan siap menempuh jalur hukum terhadap siapa pun yang dengan sengaja menyebarkan tuduhan tanpa bukti serta mencemarkan nama baiknya.
“Saya akan mengambil langkah hukum demi menjaga nama baik dan kehormatan saya,” tandas Steven.
Sementara itu, pihak kepolisian dikabarkan masih terus melakukan pendalaman terhadap kasus bentrokan antarpenambang di Ratatotok. Aparat penegak hukum fokus mengungkap fakta yang sebenarnya serta menelusuri pihak-pihak yang bertanggung jawab atas tragedi berdarah yang telah merenggut korban jiwa tersebut.
Menanggapi viralnya kejadian penembakan di wilayah Minahasa Tenggara (Mitra), Ketua LidikKrimsus RI Provinsi Sulawesi Utara, Hendra Tololiu,SE CPLA menegaskan bahwa seluruh pihak diminta menghormati proses hukum dan tidak menggiring opini publik dengan informasi yang belum terverifikasi.
“Kami meminta masyarakat dan media untuk tidak berspekulasi serta tidak menyebut nama seseorang tanpa bukti dasar hukum yang jelas. Sebaiknya serahkan sepenuhnya pengungkapan kasus ini kepada aparat penegak hukum,” ujar Hendra Tololiu.SE.CPLA
Ia juga mendorong kepolisian agar bekerja secara profesional, transparan, dan independen guna mengungkap aktor intelektual maupun pelaku lapangan dalam peristiwa tersebut.
“Kasus ini menyangkut nyawa manusia. Penegakan hukum harus dilakukan secara objektif agar keadilan benar-benar ditegakkan,” pungkasnya.
Tim**






