banner 728x250

Dirbinmas Polda Sulut Kombes Pol Rio Alexander Panelewen Dorong Generasi Muda Jadi Garda Masa Depan Bangsa

banner 120x600
banner 468x60

Liputan24.Com//Manado
Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Sulawesi Utara, Kombes Pol Rio Alexander Panelewen, menegaskan pentingnya peran generasi muda sebagai kekuatan utama dalam menentukan arah masa depan bangsa.

banner 325x300

Penegasan tersebut disampaikan saat membuka Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Direktorat Binmas Polda Sulut bersama berbagai elemen pemuda di Hotel Peninsula Manado, Selasa (10/3/2026).
Dalam forum tersebut, Rio Panelewen mengingatkan bahwa generasi muda bukan sekadar penerus, tetapi harus tampil sebagai motor penggerak perubahan yang mampu membawa bangsa menghadapi tantangan zaman.
“Pemuda harus menjadi generasi yang produktif, cerdas, memiliki daya tahan, dan semangat tinggi untuk bersaing. Masa depan bangsa sangat bergantung pada kualitas generasi mudanya hari ini,” ujar Rio.

Ia menilai, perkembangan teknologi dan perubahan sosial saat ini menghadirkan peluang sekaligus ancaman bagi anak muda. Karena itu, pembinaan karakter dinilai menjadi kunci agar generasi muda tidak terjebak dalam berbagai pengaruh negatif.
Rio juga menyoroti sejumlah persoalan yang kini mulai menggerus kehidupan pemuda, mulai dari penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, aksi perundungan atau bullying, hingga maraknya judi online dan pinjaman online ilegal.

Selain itu, ia mengingatkan bahaya masuknya paham radikalisme, intoleransi, terorisme, serta gaya hidup hedonisme yang dinilai dapat merusak masa depan generasi muda.
“Kalau tidak dibentengi sejak dini, berbagai pengaruh negatif ini bisa merusak karakter pemuda. Padahal mereka adalah generasi yang akan memimpin bangsa ke depan,” tegasnya.


Menurut Rio, pembentukan karakter harus dimulai dari lingkungan paling dekat, yakni keluarga, kemudian diperkuat melalui pendidikan dan lingkungan sosial.
Ia menilai pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk cara berpikir generasi muda sehingga mampu mengambil keputusan yang tepat dalam kehidupan.
“Pendidikan akan membentuk pola pikir seseorang. Dari situ lahir sikap dan perilaku yang lebih matang dalam menghadapi berbagai persoalan,” jelasnya.

Diskusi tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan milenial. Monica Tambajong memaparkan bahaya radikalisme dan intoleransi, Ipda Andros G. Hinur mengulas ancaman bullying, judi online hingga narkoba, Debryanto Kavin Sampul membahas peran gerakan Pramuka dalam mencegah kenakalan remaja, sementara Lingkan Rumambimemberikan motivasi tentang pentingnya membangun masa depan generasi muda.

FGD ini diikuti berbagai organisasi kepemudaan lintas agama seperti Remaja Masjid, OMK Keuskupan Manado, Pemuda GPDI, GMIM, komunitas Konghucu dan Hindu, serta perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Manado. Kegiatan juga melibatkan pelajar dari SMA dan SMK.

Rio berharap diskusi tersebut tidak berhenti sebagai forum berbagi gagasan, tetapi mampu melahirkan langkah nyata dalam membentuk generasi muda yang berkarakter kuat dan berdaya saing.
“Harapannya, ide-ide positif yang lahir dari diskusi ini bisa memberi dampak nyata bagi generasi muda dan kemajuan bangsa,” pungkasnya.(Tim**)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *